Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Keraton Ratu Boko
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Senin, 21-Juli-2008, 16:43

Dilihat:
718 kali

Ada 1 komentar:


[kotak komentar]

Candi Barong


Kuliah Kerja Nyata yang mesti kujalani selama kurang lebih 2 bulan, sering membuatku penat. Untuk mengobatinya, aku membawa serta kamera DSLR untuk melampiaskan hobi memotretku. Untungnya lokasi KKN-ku merupakan “ladang” candi. Sehingga aku tidak kekurangan obyek untuk dipotret. Pada hari Rabu (16/07/2008) aku memutuskan untuk pergi ke Candi Barong. Kali ini aku melakukan perjalanan seorang diri, tanpa ditemani Andreas.

Rute Offroad

Bersaing Klasik.
(Klik untuk memperbesar).
Berikut adalah panduan rute menuju Candi Barong. Bila anda berada di Yogyakarta, anda harus mengikuti Jl. Solo sampai tiba di Prambanan. Tepat di kanan tugu perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah. (arah selatan) ada sebuah jalan. Jalan tersebut akan membawa anda menyebrangi rel kereta, melewati SMPN 2 Pereng, dan yang utama adalah menanjak bukit. Di bukit (yang saya tidak tahu namanya) ada beberapa papan petunjuk yang memberi arah ke Candi Barong. Jika takut tersasar, tanya saja warga sekitar. Secara administratif candi Barong berada di dusun Candisari, desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Bila anda menggunakan kendaraan roda empat, mungkin medan jalan yang terkesan offroad tidak begitu terasa. Tetapi jika anda berjiwa petualang, cobalah untuk menggunakan kendaraaan beroda dua. Kalau motor sih biasa, saran saya cobalah anda menggunakan sepeda seperti yang saya lakukan di hari itu. Harap diperhatikan, bila anda benar-benar edan, mungkin sepeda onthel tua bisa menjadi pilihan menikmati medan offroad tersebut. Tapi jangan salahkan saya jika sepulangnya anda dari perjalanan tersebut, anda menderita penyakit wasir. He.

Asal-Usul

Candi Induk Barong.
(Klik untuk memperbesar).
Candi Barong bukan merupakan candi yang asing bagiku. Karena aku sudah berkali-kali kemari. Kunjunganku yang pertama adalah ketika survei outbond untuk upgrading HIMATIKA pada bulan Februari 2007. Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, saat aku kesana hanya ada susunan batu-batu tanpa ada pengunjung dan penjaga. Paling-paling hanya ada wedhus gembel yang sedang merumput. Minimnya informasi di candi Barong, menyulitkanku untuk menulis sejarah candi tersebut. Apa boleh buat aku terpaksa merujuk ke situs milik Kang Zamroni yang juga dikenal ahli dalam hal jelajah-menjelajah candi.

Candi Barong memiliki dua candi induk yang menghadap ke arah barat. Candi Barong adalah candi yang dibuat untuk menyembah dewa Wishnu dan dewi Sri, karenanya Candi Barong adalah candi Hindu. Karena Dewi Sri dikenal juga sebagai dewi kesuburan, maka para ahli berpendapat bahwa candi ini dibangun untuk menyuburkan daerah disekitar candi. Sayang sekali dengan minimnya informasi, publikasi, serta akses yang buruk ke candi ini menjadikan obyek pariwisata ini sepi pengunjung. Padahal, dibandingkan dengan Candi Sojiwan yang tergolong dekat dari jalan raya, Candi Barong sudah siap untuk dikonsumsi publik. Ah, andaikan pemerintah jeli melihat kesempatan ini.

Soto Lembu
Seusai penyesalan pergi ke candi Barong menggunakan sepeda onthel, perutku kembali berorkestra tanda minta diisi. Kebetulan pada hari itu secara tidak sengaja, aku menemukan sebuah rumah makan Soto Lembu yang terletak di jalan Jogja-Piyungan. Tepatnya di Jl. Solo pada pertigaan pasar Prambanan, kita berbelok ke kanan (arah selatan). Ikuti saja jalan tersebut dengan tetap memperhatikan sisi kiri jalan. Lokasi rumah makan tersebut berada sekitar 100 meter sebelum rel kereta api. Seporsi soto Lembu dihargai Rp.5000,- dan minuman Es Jeruk dihargai Rp.1500.
  • kita bisa liat banyu nibo, awan2 putih, sawah indah dan hijau bukit2 dari sana. Indah sekali....
    Sudutnya tersembunyi mbak E...
    emeRabu, 26-Mei-2010, 22:36

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi