Diterbitkan:
Senin, 16-Januari-2012, 13:45 WIB

Dilihat:
95 kali

Mau Nggak Mau Tetap Skripsi

Skripsi. Benda satu ini sudah tentu banyak yang kenal. Dari kalangan mahasiswa bahkan hingga orangtuanya sekalipun tahu apa itu skripsi. Yang belum tahu, mungkin akan beranggapan skripsi itu tak lebih dari sekadar tumpukan kertas padat huruf.

Ironis memang. Wujud fisiknya paling mudah dijumpai dalam bentuk tumpukan kertas. Itu yang mudah dipahami orang awam. Kalau bicara wujud non-fisiknya (berupa ilmu pengetahuan tingkat tinggi) tentu tidak semua orang paham, bahkan mahasiswa yang menciptakannya sekalipun belum tentu paham. :p

Bagi sebagian besar mahasiswa, skripsi adalah momok, penghalang kelulusan, sebuah ketidak-adilan yang diwujudkan dengan pertanyaan penuh emosi,

Kenapa ada skripsi dan kenapa saya belum lulus juga!?

Dosen, dekan, hingga rektor mungkin hanya akan menyalin jawaban Tuhan,

Kenapa nggak ?

Duer!!!

Skripsi itu perjuangan (berat). Sebetulnya, perjuangan skripsi itu hanya sebagian kecil dari perjuangan kuliah. Tapi yah, karena kuliah lebih banyak diisi dengan suka-cita dan skripsi dengan duka-cita, maka beratnya kuliah tidak terasa berat dibandingkan skripsi.

Mau tidak mau, skripsi itu harus dihadapi. Ya memang berat. Ya memang susah. Ya memang bikin pusing. Emang hidup itu selalu enak terus? :p

Skripsi itu bagaikan tamparan telak ke kedua pipi,

Kuliah lama sampai punya banyak adik angkatan bertingkat-tingkat, apa yang kamu pelajari sampai saat ini?

Sebenarnya di dunia kerja sendiri pun pekerjaan itu setiap hari seperti membuat skripsi. Seperti kamu dituntut untuk menunjukkan prestasi terbaikmu supaya kamu tidak didepak oleh ribuan calon pengganti dirimu yang sedang menunggumu terpuruk karena tidak kunjung menuai prestasi.

Itulah skripsi. Pembuktian dirimu bahwa kamu mampu. Semakin banyak orang yang percaya, semakin mudah dirimu dalam menjalani hidup. Itu karena orang-orang tahu, bahwa kamu bukan pecundang yang berharap belas kasihan.

Akhir kata, silakan nikmati video ini.