Kenapa Bisa Cinta Beda Agama?
Kenapa cinta bisa tumbuh di antara dua insan yang berbeda agama?
Pertanyaan di atas, aku harap ada jawaban ilmiahnya. Tapi karena cinta bukan hal ilmiah, jadi kurasa jawaban ilmiah seperti yang aku inginkan itu nggak akan pernah ada. Setidaknya apakah ada ahli yang pernah meneliti tentang hal ini?
Sepertinya aku kembali memilih jawaban yang amat-sangat sederhana:
Kenapa cinta bisa tumbuh di antara dua insan yang berbeda agama? Itu karena kehendak Tuhan.
Sepertinya aku melimpahkan kepada Tuhan atas hal-hal yang tak dapat kucari jawabannya. Tapi memang seperti itu kan kenyataannya. Sama seperti mengapa Tuhan ciptakan bayi yang cacat fisiknya dan mengapa Tuhan ambil nyawa orang yang masih muda itu. Semua itu kehendak Tuhan toh?
Tapi...
Aku pikir kehendak Tuhan tidak serta-merta diturunkan kepada manusia tanpa melalui suatu proses yang tidak manusiawi. Seperti bayi yang cacat fisik itu mungkin karena bawaan genetis dari orangtuanya. Apapun itu yang terjadi pada diri kita pasti disebabkan hal-hal yang manusiawi. Mungkin kita sudah menyadari sebab manusiawi itu, atau bisa saja kita tak menyadarinya.
Seperti kata pepatah Jawa, Witing Tresno Jalaran Seko Kulino, alias cinta lahir karena berjumpa.
Itu hal yang manusiawi kan? Ketika si A cinta dengan si B, hampir bisa dipastikan si A berjumpa dengan si B. Mana mungkin si A bisa cinta dengan si B tanpa tahu bahwa si B itu nyata? Perjumpaan itu tak hanya tatapan dan kontak fisik melainkan bisa non-fisik seperti lewat perantara surat, foto, suara, dan lain sebagainya.
Jadi, amat mungkin cinta beda agama tumbuh karena hal yang aku sebutkan di atas, yakni hal yang sangat manusiawi, karena perjumpaan.
Sayangnya, cinta yang demikian itu sepertinya jauh dari rahmat-Nya.